Polres Pekalongan - Polda Jateng – Di tengah momen libur panjang, personel Polsek Wiradesa tetap bersiaga di lapangan. Bukan tanpa alasan, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah desa di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mulai terendam luapan air sungai, Sabtu (17/10/2026).
Petugas melakukan patroli harkamtibmas sekaligus monitoring wilayah terdampak cuaca ekstrem. Tiga desa menjadi sasaran utama pengecekan, yakni Desa Wonokerto Wetan, Desa Bebel, dan Desa Pesanggrahan.
Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto, S.H., M.H mengungkapkan bahwa dari hasil pantauan di lapangan, luapan air sungai sudah mulai memasuki pemukiman warga di beberapa titik.
"Hari ini kami bersama anggota memantau situasi di wilayah Wonokerto. Hasil pengecekan kami di Desa Wonokerto Wetan dan Desa Bebel, air luapan Sungai Mrican sudah masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian rata-rata sekitar 20 cm," ujar Iptu Maman.
Berdasarkan analisa petugas di lapangan, meluapnya Sungai Mrican bukan hanya disebabkan oleh curah hujan, melainkan adanya hambatan pada aliran air. Tumpukan tanaman eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai disinyalir menjadi penyebab utama air tersumbat dan meluber ke rumah-rumah warga.
"Penyebab luapan ini karena aliran Sungai Mrican tertutup rapat oleh eceng gondok, sehingga arus air tidak lancar dan naik ke daratan. Kami sudah koordinasikan hal ini agar segera ada langkah pembersihan," tambah Iptu Maman.
Selain memantau luapan, kepolisian juga mengecek kondisi infrastruktur vital, yakni tanggul darurat Sungai Sengkarang di Desa Pesanggrahan. Lokasi ini sebelumnya menjadi perhatian karena kekhawatiran warga akan adanya jebolnya tanggul saat debit air meningkat.
"Untuk wilayah Desa Pesanggrahan, kondisi tanggul darurat Sungai Sengkarang terpantau aman. Tidak ada luapan air di titik tersebut, sehingga warga di sekitar bantaran sungai masih bisa beraktivitas dengan tenang," tegasnya.
Meski air sudah memasuki pemukiman, Iptu Maman memastikan kondisi hingga saat ini masih terkendali. Belum ada warga yang dievakuasi karena ketinggian air dinilai masih dalam batas aman untuk berdiam di rumah masing-masing.
"Sejauh ini tidak diperlukan pengungsian. Namun, anggota kami tetap siaga 24 jam untuk memonitor perkembangan debit air. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat libur panjang ini, pastikan aliran listrik di rumah aman jika air mulai meninggi," pungkas Kapolsek Wiradesa.
Patroli ini dilakukan guna memastikan kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta mempercepat koordinasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan penanganan darurat akibat bencana banjir. (ozy)
Editor : Humas Polres Pekalongan

Posting Komentar
0Komentar