Polres Pekalongan - Polda Jateng - Ratusan warga memadati kawasan Objek Wisata Telaga Sigebyar, Dukuh Mangunan, Desa Tlogohendro, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, dalam kegiatan Nyadran dan Ruwat Budaya, Kamis (16/7/2026). Tradisi tahunan yang dihadiri sekitar 500 peserta ini menjadi momentum untuk melestarikan budaya sekaligus mendorong potensi wisata di kawasan pegunungan Petungkriyono.
Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Petungkriyono, Kepala Desa Tlogohendro beserta perangkat, panitia, serta masyarakat setempat. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kelestarian alam yang dimiliki Desa Tlogohendro.
Ketua panitia, Wandi, mengatakan bahwa Nyadran dan Ruwat Budaya merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan menjaga warisan budaya masyarakat Jawa, khususnya di Desa Tlogohendro. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi doa bersama agar Telaga Sigebyar semakin berkembang sebagai destinasi wisata yang membawa manfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya nguri-uri budaya Jawa sekaligus memohon keberkahan agar Objek Wisata Telaga Sigebyar semakin maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlogohendro, Kaslam, menuturkan bahwa tradisi tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap kegiatan budaya ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Petungkriyono.
"Ke depan kami berharap tradisi ini terus dilaksanakan dengan dukungan semua pihak. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Telaga Sigebyar. Bahkan, objek wisata ini tengah diusulkan untuk didaftarkan sebagai warisan budaya melalui instansi terkait," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Petungkriyono Iptu Eko Widiyanto mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam sebagai aset utama kawasan wisata Petungkriyono. Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan mengingat saat ini telah memasuki musim kemarau.
"Alam adalah anugerah yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai dirusak karena dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Memasuki musim kemarau, kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan," tegas Iptu Eko.
Kabar baik juga disampaikan Plt. Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Dirwanto. Ia mengungkapkan bahwa tradisi Ruwat Budaya Telaga Sigebyar telah diajukan ke Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
"Tradisi ini memiliki nilai budaya, sosial, dan kearifan lokal yang sangat tinggi. Karena itu, kami telah mengusulkannya ke Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Harapannya, tradisi ini tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas," ungkap Dirwanto.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Nyadran dan Ruwat Budaya Telaga Sigebyar diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Pekalongan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam dan tradisi lokal. (ozy)
Editor : Humas Polres Pekalongan
Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Petungkriyono, Kepala Desa Tlogohendro beserta perangkat, panitia, serta masyarakat setempat. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan kelestarian alam yang dimiliki Desa Tlogohendro.
Ketua panitia, Wandi, mengatakan bahwa Nyadran dan Ruwat Budaya merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan menjaga warisan budaya masyarakat Jawa, khususnya di Desa Tlogohendro. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi doa bersama agar Telaga Sigebyar semakin berkembang sebagai destinasi wisata yang membawa manfaat bagi masyarakat.
"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya nguri-uri budaya Jawa sekaligus memohon keberkahan agar Objek Wisata Telaga Sigebyar semakin maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlogohendro, Kaslam, menuturkan bahwa tradisi tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia berharap kegiatan budaya ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Petungkriyono.
"Ke depan kami berharap tradisi ini terus dilaksanakan dengan dukungan semua pihak. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Telaga Sigebyar. Bahkan, objek wisata ini tengah diusulkan untuk didaftarkan sebagai warisan budaya melalui instansi terkait," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Petungkriyono Iptu Eko Widiyanto mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam sebagai aset utama kawasan wisata Petungkriyono. Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan mengingat saat ini telah memasuki musim kemarau.
"Alam adalah anugerah yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai dirusak karena dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Memasuki musim kemarau, kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan," tegas Iptu Eko.
Kabar baik juga disampaikan Plt. Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Dirwanto. Ia mengungkapkan bahwa tradisi Ruwat Budaya Telaga Sigebyar telah diajukan ke Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
"Tradisi ini memiliki nilai budaya, sosial, dan kearifan lokal yang sangat tinggi. Karena itu, kami telah mengusulkannya ke Kementerian Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Harapannya, tradisi ini tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas," ungkap Dirwanto.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Nyadran dan Ruwat Budaya Telaga Sigebyar diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya di Kabupaten Pekalongan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian alam dan tradisi lokal. (ozy)
Editor : Humas Polres Pekalongan

Posting Komentar
0Komentar